Ketika ada yang bertanya sepeti ini : ”Mau kemana sih ,Anda” ? Gampang, jawab saja, ” Saya mau ke kantor”  atau  ” Saya mau ke kampus’ atau boleh juga ” Saya mau kerumah pacar’ .

Pertanyaannya cuma satu kalimat, tapi jawabannya bisa banyak sekali, pertanyaan ini memberikan kebebasan pada tiap individu untuk menemukan jawaban masing2.

Pertanyaan ini mengingatkan kita bahwa Tuhan menciptakan kita untuk suatu tujuan. Oleh karena nya setiap manusia yang dilahirkan punya misi hidup masing2, kita diajak untuk sadar akan tujuan hidup kita itu.

Tujuan hidup kita, akan menentukan tindakan kita.

Jika tujuan hidup kita baik, maka kita akan menjauhi tindakan2 yang buruk.

Dan, tujuan baik itu akan memberikan kita panduan, agar kita tidak mencederainya dengan setitik dengki dalam hati, apalagi merusaknya dengan merugikan orang lain, atau hal2 buruk lainnya.

Seperti air dan minyak, tujuan baik belum bisa berintim intim dengan perilaku buruk.

Selain memberi arah, tujuan hidup juga memberi kekuatan jiwa.

Jika kita punya tujuan mulia, maka kesulitan hidup macam apapun yang merintangi pasti akan kita hadapi, jadi kita tidak mudah menyerah, lebih ulet, lebih giat, dan lebih berdedikasi.

Namun begitu, walau sudah jelas tujuan hidup kita apa, belum tentu kita mampu mencapainya khan? Benar, ada beberapa faktor yang menentukan, misalnya, kita keburu meninggal.

Mau apa lagi ? Terima saja, memang kita bisa menolaknya?

Mau kemana sih?

Sebenarnya pertanyaan ini bukan semata2 bersifat duniawi, namun juga mengingatkan kita bahwa nanti, kita akan kembali menghadap Sang Khalik, Sang Pemilik Hidup yang telah meminjamkan hidup ini pada kita.

Ketika seseorang meninggal dunia, kita bilang :” Saya turut berduka cita” dan diteruskan dengan ” Semoga arwahnya diterima disisi Tuhan, dan diberikan tempat baginya di surga”.

Itu sebetulnya bukan sekedar doa, melainkan juga cita cita kita.

Kita ingin kembali ke tempat yang layak disisi Tuhan kelak.

Bagaimana jika yang meninggal itu bukan orang yang kita doakan, melainkan diri kita sendiri?

Apakah doa orang lain akan sanggup “merayu” Tuhan supaya memberi kita tempat yang layak?

Ataukah perilaku baik kita yang selama ini yang menentukan?

Well………….it is worth to reflect when it comes to……..where are you going(mau kemana sih)?

salam

About these ads

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

47 responses »

Comment navigation

  1. Biarkan takdir berjalan dengan tali kekangnya. Janganlah tidur kecuali dengan hati yang bersih. Tinggalkan kesedihan sedapat yang kita lakukan. Jika kita terus bersedih, kita akan berubah mejadi gila.

    Dengan Mengatasi Permasalahan Yang Kecil; Maka Kita Dapat Mengatasi Permasalahan yang Besar.

    Sukses selalu untuk Bunda

    Salam ~~~ “Ejawantah’s Blog”

    namun, kita tak bisa hanya berserah diri hanya pd takdir semata ,
    ikhtiar dulu yg maksimal,
    barulah hasilnya serahkan pada Allah swt :)
    salam

  2. Oyen says:

    itulah pertanyaan mendasar dalam hidup kita Bun..

    1. kita berasal dari mana? tentu saja Allah yang menciptakan
    2. kita diciptakan untuk apa? tentu saja untuk menjalankan aturan Allah
    3. kita mati mau kemana? tentu saja untuk mempertanggungjawabkan hidup kita di dunia kepada ALLAH SWT

    ketika semua yg kita lakukan diniatkan hanya krn Allah swt semata.
    niscaya kebahagiaan yg kita rasakan ya Mbak Oyen :)
    salam

  3. ehsan says:

    terkadang hidup itu nikmat ketika kita mengalir aja..

    mengalir saja mengikuti alirannya,
    tanpa beban, namun selalu mensyukuri , itu lebih baik :)
    salam

  4. Kemana pun langkah kaki menuju kita harus fokus pada satu tujuan yaitu mendapatkan ridho dari-Nya dari setiap langkah kaki kita.

  5. hellgalicious says:

    perilaku dong bunda!
    kalo cuma omong doang tapi perilaku tetep aja kan sama aja boong

    setuju, sesuaikan bicara dgn kelakuan ya Mas Hellga:)
    salam

  6. Pakde Cholik says:

    Tuhan menciptakan manusia agar menyembah kepada-NYA. Menyembah bukan hanya menangkupkan dua tangan sebagaimana kita saksikan di ketoprak atau wayang orang. Menyembah kepada Tuhan tentu ada syariatnya.

    Manusia juga ditugasi untuk menjadi kholifah dimuka bumi yang tugasnya menjaga agar bumi menjadi tempat yang bermanfaat bagi makhluk Tuhan.
    Salam hangat dari Surabaya

    dan, manusia yg paling baik, adalah yg bermanfaat bagi sesama ya Dhe :)
    salam

  7. foto pinrang says:

    dari pertanyaan ringkas inipun ternyata memiliki makna yang begitu luas dan dalam , bijaksana sekali bunda

    pertanyaan yg menyangkut dunia dan akhirat juga MAs :)
    salam

  8. aldy says:

    I wanna go to USA with air force one plane. Some body can help me?

    Ketika bangun pagi, aku ingin mencari rejeki untuk keluargaku, saat beranjak siang aku mencari bekal dihari tuaku, saat menjelang sore aku mencari selimut malamku, ketika mahgrib tiba aku ingin azan memanggilku dan ketika saat kutidur nanti, aku ingin Allah mengasiku.

    kok kayaknya keinginan kita sama ya
    ingin naik air force one (* yuk barengan, heheh*)
    ingin selalu dikasihi dan dicintai olehNYA,amin
    salam

  9. citromduro says:

    mau komentar bunda

    • citromduro says:

      perjalanan panjang yang ditempuh manusia sebetulnya hanya satu tujuan
      tujuan utama perjalanan hidup adalah di bawah tumit sendiri

      betul tidak bunda??

      salam

      tujuan kita memang hanya satu ,Mas.
      menghadapNYA dgn sumringah kebahagiaan :)
      salam

  10. budiarnaya says:

    Segala sesuatu yang ada mempunyai tujuan masing-masing ya Bunda ? dan pada akhirnya semuanya akan berhenti pada tempat yang diinginkan, kecerdasan dan kemewahan duniawi yang dimiliki semuanya juga akan berhenti pada suatu titik, cepat atau lambat pejalanan yang kita lalui pasti akan kearah yang telah ditetapkan, jadi mari kita persiapkan sedini mungkin sebelum giliran pada kita tiba. Terima kasih Bunda…sunggu tersentuh dan mengena sekali saya membacanya.

    Alhamdulillah, terimaksih banyak Bli utk apresiasinya pada tulisan ini :)
    salam

  11. bunda alf says:

    makasih bund, sudah diingatkan. :) saya link ya bund blog-nyaa :)

    Alhamdulillah, sekalian mengingatkan diri sendiri juga Dewi :)
    silakan, dengan senang hati :)
    salam

  12. ton says:

    sederhana.. mengena !!!
    terimakasih pencerahannya bund, karena terkadang kami sering mengingatkan orang lain tapi terkadang lupa mengingatkan diri sendiri…

    bunda sekalian mengingatkan diri sendiri juga Pur :)
    salam

  13. TuSuda says:

    iya bunda, kemanapun tujuan kita harus terarah dan mendapatka tuntunan mulia dari-Nya..

    agar kita selamat di dunia dan alam nanti ya Bli dokter :)
    salam

  14. budiastawa says:

    Bunda, kalau saya jawabannya gini: “Saya mau ke langit di mana saya berasal” :)

    karena akhirnya semua akan kembali ke asalnya ya Bli :)
    salam

  15. alamendah says:

    Tentunya amal perbuatan kita selama di sunia yang akan mengantar kita ke tujuan.

    Setuju Mas alam,
    semua nya tergantung amal perbuatan kita ya
    salam

Comment navigation

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s