Kebanyakan orang lebih senang berbicara dan menonjolkan siapa dirinya ketimbang mendengarkan orang lain.

Kemampuan mendengarkan memang tak dimiliki semua orang, tetapi bukan berarti tidak bisa dipelajari, kan?

Sebelumnya, kenali lebih dahulu tipikal orang yang tidak suka mendengarkan, terutama jika Anda sedang berkonflik.

Saat itu Anda menjadi tidak peduli bagaimana perasaan orang lain dan keukeuh bahwa orang lain yang salah.

Karakter yang muncul dalam kondisi seperti ini di antaranya:

* Merasa paling benar. Cenderung keras kepala dan menyatakan Anda paling benar.

* Menyalahkan orang lain. Menyatakan secara langsung maupun tersirat bahwa masalah yang sedang dihadapi adalah kesalahan orang lain.

* Membela diri. Dengan argumentasi kuat, Anda menolak mengakui kelemahan dan kekurangan yang ada pada diri Anda.

*Memposisikan diri sebagai “martir”. Anda mengklaim diri sendiri sebagai korban atas tirani orang lain dalam menghadapi suatu masalah.

* Merendahkan. Anda berbicara dominan dan membuat orang lain merasa inferior atau bahkan dipermalukan.

* Pelabelan. Anda menunjuk orang lain atau menyebut namanya ketika terlibat dalam perselisihan.

* Sarkastis. Sikap, kata-kata, bahkan nada suara Anda meremehkan atau merendahkan orang lain.

* Serangan balik. Setiap kritik tentang Anda, Anda balas kembali dengan kritikan.

* Mencari kambing hitam. Anda mengisyaratkan orang lain lah yang bersalah dengan ketidakmampuannya.

* Pengalihan. Anda seringkali mengalihkan pembicaraan seenak hati.

* Menyalahkan diri sendiri. Anda bertingkah seakan Anda telah berbuat sesuatu yang buruk untuk menghindari kritik.

* Tidak ada harapan. Anda mengklaim bahwa Anda telah melakukan segala cara namun tak ada satu pun yang berhasil.

* Menyangkal. Anda menyangkal keterlibatan Anda dalam masalah, dan meyakinkan bahwa Anda tidak kesal terhadapnya.

* Gemar “menolong”. Anda lebih cenderung memberikan saran dalam rangka membantu namun tak pernah mendengarkan kebutuhan orang lain.

* Agresi yang pasif. Kemarahan Anda ditandai dengan hanya diam, mencibir, atau bahkan secara agresif menggebrak pintu.

* Membaca pikiran. Anda berharap orang lain untuk mengerti perasaan Anda tanpa Anda minta.

Sudah mengenali daftar karakter ini?

Apakah ada dalam diri Anda?

Jika dominasi karakter ini menguasai diri Anda, ini saatnya manfaatkan indera pendengaran Anda dengan semestinya, yakni mendengarkan orang lain.

Diperlukan empati, keterbukaan, kasih sayang, dan rasa menghargai untuk membangun komunikasi yang baik terhadap orang lain.

Dengan karakter ini Anda mulai bisa mengubah kebiasan dominasi pembicaraan dengan mendengarkan.

Empati artinya Anda mendengar dan berusaha melihat perspektif lain dari kacamata lawan bicara Anda.

Dengan melatih kemampuan ini Anda akan menemukan kebenaran dari apa yang orang lain katakan tentang Anda.

Bahkan kritik orang lain terhadap Anda yang terdengar tidak adil, atau pandangan yang bertolak belakang dengan Anda, akan lebih mudah diterima.

Keterbukaan mengandung makna Anda mampu berekspresi dengan perasaan Anda secara terbuka dan leluasa. Anda bisa dengan mudah mengatakan “Saya merasa tidak nyaman”.

Dengan mengatakan perasaan Anda yang sebenarnya secara lugas, orang lain tidak akan merasa ditekan.

Sebaliknya, komunikasi negatif membuat Anda menyimpan perasaan negatif atau bahkan memunculkan sikap agresif yang membuat orang lain merasa tertekan.

Menghargai dan memperlakukan orang lain dengan kebaikan, dan kepedulian yang jujur memberikan kesan positif dan membangun komunikasi yang baik.

Sebaliknya, menempatkan orang dalam kondisi permusuhan, persaingan, bahkan merendahkan harga dirinya, membuat komunikasi menjadi buruk.

Salam

About these ads

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

75 responses »

Comment navigation

  1. Oky says:

    terima kasih buat tipsnya !! :-D

    sama2, semoga bermanfaat, Oky :)
    salam

  2. Terima kasih Bunda, hal ini yang sering saya abaikan dalam komunikasi , mendengarkan orang lain dengan penuh empati, semoga bisa berlatih melakukannya. Selama ini sih cenderung mendominasi pembicaraan. Salam manis http://Jendelakatatiti.wordpress.com

    bunda juga masih terus belajar :)
    salam

  3. hellgalicious says:

    wah keknya saya harus banyak mendengarkan orang lain nih

    karena diberi telinga khan dua buah ya, Mas Hellga :)
    salam

  4. sangsaka says:

    sebaiknya memang menjadi pendengar yang baik, karena itulah fungsinya kita dikaruniai sepasang telinga…

    bunda mesti terus belajar hal ini , Kang Saka :)
    salam

  5. Mbah Jiwo says:

    Wah lengkap sekali. Mbah Jiwo belajar sesuatu nih bunda…

    alhamdulillah, semoga bermanfaat ya Mbah.
    bundapun banyak belajar dr tulisan2nya Mbah :)
    salam

  6. dedekusn says:

    Menjadi pendengar yg baik kadang sudah … terima kasih bunda, karakter2 yg bunda tulis rasanya banyak yg tepat didiri sy. :(
    Salam hangat & SUkses

    bunda jg msh hrs terus belajar utk jadi
    pendengar yg baik, Mas Dedekusn :)
    salam

  7. nanaharmanto says:

    Saya sendiri bukan pendengar yang sempurna… saya masih harus terus belajar unutk mendengarkan dengan empati dan menahan lidah saya untuk menyela dan memberikan saran yang mungkin tidak diperlukan oleh lawan bicara saya…
    Beberapa orang hanya butuh didengarkan dan bukan dinasehati, begitu ya Bunda?

    hehehe, sama juga dgn bunda ,Mbak Nana.
    masih hrs belajar utk jadi pendengar yg baik :)
    salam

  8. berusaha menjadi pendengar yang baik, mendengarkan bunda :D

    bunda sedang berusaha juga Mas :)
    salam

  9. saya tau, ini pasti salah satu materi komunikasi waktu bunda kerja di airlines dulu yaa….
    rada mirip dengan materi kuliah saya…

    gak kok Rika, ini bunda dapat sewaktu ambil PR di sahid (padahal gak selesai) :)
    Rika kuliah di komunikasi ya ?
    salam
    salam

    • kuliahnya dulu di FIA (Adm. Bisnis), Bunda….
      tapi skrg diminta ngajar mata kuliah komunikasi bisnis dan perilaku organisasi yang materinya kurang lebih sama…
      (ntar deh saya minta anak2 browsing materi ke blog Bunda juga… boleh kan?)

      oh gitu ya Rika :)
      Duh, bunda merasa tersanjung, seorang dosen yg cantik dan pinter mau bersahabat dgn bunda :)
      terimakasih banyak ,Rika sayang :)
      salam

  10. Shanty says:

    Mendengarkan saja kadang membuat seseorang bosan, tapi kalau mendengarkan dan dipahami pasti ngobrolnya lebih nyaman!!!

    Makasih bunda atas ipencerahannya..

    setuju Shanty, kita kudu belajar juga utk mendengarkan, jgn hanya maunya didengarkan terus ,
    lama2 khan bosan juga ya :)
    salam

  11. Mas Ben says:

    Memang mendengar saja tidak cukup ya Bunda, untuk menjalin komunikasi dan hubungan baik perlu kemampuan mendengarkan :)

    Salam bentoelisan
    Mas Ben

    agar komunikasi kita bisa efektif ya Mas Ben :)
    salam

  12. Blogcamp says:

    Timbulnya suatu kesalahfahaman biasanya karena salah satu atau kedua belah pihak tak ada yang mendengar dengan baik, maunya ngomooooooooooooooosaja.

    terima kasih pencerahannya mbak
    salam hangat dari Surabaya

    iya Dhe, kalau dua2nya mau ngomong , lalu yg mendengarkan siapa ya ? :(
    salam

  13. kang ian says:

    kayanya sifat diatas ada dalam diri saya..g tau bunda..saya sedikit sensitif..apalagi ketika semua kekurangan saya diserang :(

    jadi, hrs sering2 juga koreksi diri sendiri ya Ian :)
    agar mampu mengurangi rasa sensi itu
    salam

  14. Annaura says:

    Saya suka menjadi pendengar yang baik bundo karena masih sekolah. saya jarang ngomong sendiri kaau guru sedang menjelaskan materi pelajaran.
    salam hormat dari Batam untuk bundo seorang.

    hehhehe…………. kalau ngomong sendiri, nanti malah gak kedengaran waktu gurunya bicara :D
    salam

Comment navigation

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s