
Pada dingin sajadah….
aku masih dalam do’a
mengaji dalam ratap
pengabdian
suaraku ngembara,
menyeret linang airmata dikeluasan pipiMU
Ku sujud dalam sunyi
menyampaikan isak ketidak berdayaanku
ruku’ ku mengelus kedamaian cintaMU
Pada dingin sajadah….
aku bertafakur diberanda paling mistis dari seribu bunga tasbih
untuk diam menghisap nur MU
akupun menangis
sirami taman-taman hingga terkoyak makna keindahan
Meski solat menuntunku dan melipatku
Meski takbir mengunci hening kedamaian
Meski rakaat mengusap atau meluapkan air mataku
Salam.
PS: puisi ini diikut sertakan dalam acara “ Ekspresi Puisi Cinta Satu Bait” di Aliazblog





Di sela-sela kesibukan menyempatkan diri untuk berkunjung 08:02