Pada dingin sajadah….
aku masih dalam do’a

mengaji dalam ratap
pengabdian


suaraku ngembara,

menyeret linang airmata dikeluasan pipiMU

Ku sujud dalam sunyi
menyampaikan isak ketidak berdayaanku
ruku’ ku mengelus kedamaian cintaMU


Pada dingin sajadah….
aku bertafakur diberanda paling mistis dari seribu bunga tasbih
untuk diam menghisap nur MU
akupun menangis

sirami taman-taman hingga terkoyak makna keindahan
Meski solat menuntunku dan melipatku
Meski takbir mengunci hening kedamaian
Meski rakaat mengusap atau meluapkan air mataku


Salam.

PS: puisi ini diikut sertakan dalam acara Ekspresi Puisi Cinta Satu Bait” di Aliazblog

About these ads

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

62 responses »

Comment navigation

  1. Di sela-sela kesibukan menyempatkan diri untuk berkunjung 08:02

Comment navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s