
Tak terasa tahun baru Islam 1431 H telah datang. Kembali kita teringatkan bagaimana Rasulullah melakukan strategi perjuangan untuk menegakkan risalahnya. Meninggalkan kota Makkah menuju kota Madinah.
Sebuah strategi mewujudkan kondisi yang lebih kondusif sehingga memungkinkan panji-panji Islam berkibar dan ajaran-ajarannya bisa terwujudkan dalam keseharian hidup mereka.
Dalam perjalanannya yang berjarak 450 km, panas menyengat terlewati, begitu juga menembus malam yang gelap menyusuri bukit-bukit dan padang gersang. Semuanya itu dilakukan bukan karena rongrongan orang kafir Quraisy, tetapi dilandasi atas dasar perintah Allah SWT.
Dari perjalanan itu, sebuah tafsir bisa kita maknai. Tak sekedar perjalanan fisik semata, hijrah dari suatu tempat ke tempat lain, tetapi juga perjalanan psikologis. Rela berkorban meninggalkan harta mereka dan kecintaan terhadap dunia demi membangun kekuatan baru.
Di zaman kita kini, apa yang bisa kita petik dari sejarah hijrah itu..?
Ada sebuah hakikat yang sebenarnya bisa terpahami, bahwa hijrah kita kini adalah hijrah ma’nawiyah. Inilah hakikat sebenarnya hijrah.
Meninggalkan segala kemungkaran dan kemaksiatan yang dilarang oleh Allah SWT. Sebagai panduannya, kita berpegang teguh pada Al-Quran dan sunnah nabi Muhammad SAW.
Kita lepaskan nafsu syahwat yang membelenggu kita menuju pijar cahaya kebaikan. Inilah perjuangan kita kini.
Meninggalkan jejak kejahiliyahan menuju ketaatan dan memanifestasikan keimanan kita agar menjadi rakhmat bagi seluruh alam.
Untuk menuju kearah sana, kita bisa melakukannya dengan beberapa jalan :
Pertama,
Hijrah i’tiqodiyah, meninggalkan segala bentuk keyakinan, kepercayaan dan ikatan yang tidak dibenarkan oleh Allah SWT. Kita memberhalakan, menuhankan sesuatu selain Allah SWT. Meminta sesuatu dan pertolongan bukan kepadaNya, tetapi justru kepada makhluk, bahkan sesuatu yang tak bernyawa.
Kita kadang tidak sadar bahwa telah menuhankan uang, mengukur segala sesuatu dengan uang sehingga tanpa kita sadari pula uang telah kita berhalakan, uang telah kita Tuhankan. Nauzubillah…
Kedua,
Hijrah fikriyah, meninggalkan segala bentuk cara berpikir yang tidak sesuai dengan pola pikir Islami. Saat ini, kita dihadapkan pada cara berpikir sekuler-liberal ala Barat. Hegemoni cara berpikir semacam ini begitu kuat yang berusaha merobohkan sendi dan bangunan Islam.
Jelas, kita mesti melawannya. Bukan dengan kekuatan fisik, tetapi dengan argumentasi yang ilmiah dan cara penyampaian yang baik. Untuk membentengi diri kita dan kaum muda kita, cara yang paling cerdas adalah dengan Ilmu.
Hal ini penting kita geluti agar kita dan kaum muda Islam tidak terjebak menerima begitu saja doktrin ala sekuler-liberal Barat. Jihad intelektual, inilah tugas kita kini.
Ketiga,
Hijrah sulukiyah, meninggalkan tingkahlaku yang bertentangan dengan ketentuan-ketentuan Allah.. Berat memang, tapi ini konsekuensi logis karena kita seorang muslim.
Apa jadinya ketika kita mengaku sebagai seorang muslim tetapi akhlak kita tidak mencerminkan akhlak Islami, lucu sekali.
Nah, diawal tahun baru ini, jadikan momentum bagi kita untuk mengevaluasi sejauh mana tingkah polah kita selama ini.
Hiasi diri kita dengan akhlak Islami sehingga menjadi manusia magnetis yang bisa menarik orang menuju cahaya Islam.
Sahabatku, inilah hijrah yang bisa kita kerjakan.
Dengan spirit tahun baru Islam ini, kita mulai hidup baru.
Hidup di bawah naungan Al-Quran dan cinta Rasul.
Bukan sekedar memahaminya,
tapi mereflleksikan dalam keseharian hidup kita.
Semoga.
Salam.
Tulisan ini dibuat untuk menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1431.





kayakany saya telat nih…
gapapa, yang penmting gak telat untuk berhijrah
==============================
bener Mas Zul,
yg penting gak telat utk menghijrahkan diri……….
salam.
Assalamu alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Wahai Saudaraku di seluruh penjuru dunia maya,
Akhirnya tahun baru telah tiba…
Tahun penentuan, apakah kita akan tetap jatuh terpuruk semakin jauh ke dalam kubangan kehinaan,
Ataukah kita akan bangkit berhijrah menuju ke arah datangnya cahaya kemenangan di depan.
Baca selengkapnya di
http://dir88gun0w.blogspot.com/2009/12/happy-new-year.html
—————————————————–
INDONESIA GO KHILAFAH 2010
“Begin the Revolution with Basmallah”
yah, inilah saatnya kembali ke pangkuanNya bunda … selamat Tahun Baru Islam 1431 H ^^
================================
Selamat Tahun Baru 1 Muharam 1431 H juga, Kutu.
salam.
Hijrah memang sebuah momentum perubahan.
Saat meninggalkan kejahatan menuju kebaikan.
Saat menjauhi dusta dan kepalsuan lalu menyuarakan kebenaran.
Saat meninggalkan kegelapan dan mendekat ke arah cahaya.
======================================
semoga hijrah kita diikuti juga dgn hijrah hati kearah cahaya kebaikan, amin.
salam.
Katanya Indonesia penduduknya 90 % Islam tapi Tahun Baru Islam tak terlalu ramai. Tak ada pejabat yang merayakan. tapi jika tahun baru masehi, ancol penuh,bundaran HI penuh, Blog juga ramai.
Kumaha atuh mbak.
Salam hangat dari Galaxi
==================================
masih nggak bisa jawabnya tuh PakDhe,
hanya di daerah2 banyak yg merayakannya sebagai 1 Suro gitu ya.
salam.
Selamat Tahun Baru Hijrah 1431 H, Bunda. Moga hari esok lebih baik. Amin…
=======================================
Selamat Tahun Baru juga Mas Sudes.
terima kasih utk doanya.
salam.