
Seorang penjual topeng tampak berdiri di tepian jalan. Ia cermati kendaraan dan orang yang berlalu lalang. Setiap kali ada tanda-tanda calon pembeli yang menghampiri, tukang topeng pun memperlihatkan aneka topeng yang dijajakan. Tak sungkan, beberapa topeng ia kenakan secara bergantian.
“ Silakan, Pak, Bu. Topeng hebat. Nyaman di muka. Nggak bikin gerah! Ayo siapa mau beli ?” teriaknya sambil memperlihatkan aneka topeng di kedua tangannya.
Ada berbagai topeng yang ia jajakan.
Ada topeng badut, topeng gorila atau kingkong, topeng pahlawan super, topeng robot, ada juga topeng wajah sedih dan menangis.
Seorang ibu bersama dua puteranya tampak menghampiri si tukang topeng. Terlihat dua anak itu mencoba beberapa topeng. Anak-anak itu pun tertawa, dan mereka pun mencoba topeng yang lain lagi.
Sementara itu, sang ibu terlihat serius berbicara dengan si pedagang topeng.
“ Nggak kurang lagi, Mas ?” ucap si ibu ke penjual topeng.
“ Waduh, ini sudah paling murah, Bu. Topeng ini bukan topeng biasa. Ini nyaman, Bu. Pokoknya, seperti tidak memakai topeng !” ujar si penjual topeng meyakinkan.
=======================
Buat sebagian orang, hidup tak ubahnya seperti arena berpose mengenakan topeng.
Ada topeng dengan sosok bijak, ada topeng berwajah cantik nan menawan, ada topeng seram seperti gorila, dan ada topeng lucu menyerupai badut.
Tak sembarang orang bisa menebak karakter asli si pemakai topeng.
Seluruh karakter topeng begitu menyatu dalam diri si pemakai.
Kalau bukan karena hubungan lama dan dekat, nyaris, tak seorang pun bisa memastikan apakah seseorang sedang mengenakan topeng atau tidak.
Semakin mahal topeng yang diperankan, semakin nyaman topeng dikenakan. Persis seperti yang diungkapkan sang penjual topeng, ” Pokoknya seperti tidak memakai topeng !”
Topeng yang manakah yg kita kenakan ?
Salam.


Assalamualaikum,saya pelajar tingkatan 5 Smk Kiaramas,saya tertarik dengan entri saudari mengenai topeng, sebab saya diarahkan oleh cikgu sekolah untuk mengarahkan teater Topeng. Jika saudari mempunya sebarang maklumat berkaitan teater Topeng, sila Emailkan kepada saya, kerana saya masih baru dan memerlukan bimbingan dan tunjuk ajar. Terima kasih
======================================
walaikumsalam.wr.wb.
terima kasih krn telah berkunjung disini.
mohon maaf saya tak dapat membantu tentang teater topeng,
mungkin anda bisa googling saja, ada banyak disana informasinya.
salam.
Comment by Awatiff Amir — 6 February 2010 @ 09:19 |
Hmm, terkadang topeng itu perlu menurut kutu. Bukan topeng yang berarti kemunafikan, tapi sejenis pengertian terhadap sesama agar tidak menimbulkan konflik.
Misalnya kita berbincang dengan seseorang yang bebal banget dan pemahamannya beda dengan kita, masa kita akan langsung nyerocos menyanggah omongannya, kan gak. Hee, sekian aja deh moga contoh sederhana ini bisa dipahami ^^
tukeran link yuk mbak sama kutu : http://adityahadi.wordpress.com
===============================
memang benar tiap kita pasti pernah mengenakan topeng,
insyaallah seperti contoh diatas, topeng utk kebaikan ya …………….:)
ok, nanti linknya bunda add juga ……
terima kasih.
Salam.
Comment by adityahadi — 18 November 2009 @ 21:47 |
Menurutku pakai topeng itu tidak selamanya buruk kok Bunda karena topeng pun ada dua jenis, topeng yg baik dan buruk. Dan mungkin istilah topeng agak berkonotasi negatif, “peran” mungkin lebih cocok, bun. Demi alasan2 tertentu dan yang mulia tentunya, memakai topeng adalah jalan satu2nya untuk tetap bisa berfungsi dalam masyarakat. Misalnya, seorang Akhlis bisa mengenakan topeng “mahasiswa yang baik” saat di kampus dan bertemu dg dosen2 (terutama yg ia tidak sukai krn sudah memberi nilai yg tdk sesuai harapan), atau topeng “kakak yang baik” saat membantu adiknya mengerjakan PR walaupun ia sangat ingin mengerjakan sesuatu yg lbh mengasyikkan, atau mengenakan topeng “guru yg baik” saat mengajar anak2 SD kls4 yang dg bebasnya bermain sepakbola dan lompat tali di dalam kelas tepat saat ia menerangkan materi.
Tidak selamanya menunjukkan wajah sendiri itu berakibat baik, begitu juga sebaliknya. Maka dari itu, kita harus pintar2 memilih topeng dan pintar2 memilih waktu dan tempat saat kita harus mengenakannya,atau melepasnya. Itulah seninya memakai topeng. Hehe…I Love Masks…
===========================================
dan………memang semua kita pasti pernah
mengenakan topeng dlm hidup ini, termasuk Bunda,
mudah2an seperti Mas Akhlis bilang, selalu topeng
kebaikan saja yg dikenakan ya……………:D
Salam.
Comment by akhlis — 14 November 2009 @ 16:12 |
Memang susah Bun mengenali diri kita sendiri, Padahal kalo kita bisa mengenali diri sendiri, pasti kita bisa mengenali Sang Pencipta…
Topeng dalam diri kita, secara hakiki mungkin Badan kita ini adalah Topeng yang membungkus siapa diri kita sesungguhnya, Jiwa yang ada dalam tubuh kita, itu lah kita sebenarnya, yang akan dipanggil kembali oleh-Nya…
Tapi dalam kehidupan di dunia, kalau kita tidak pintar2 mengamati fikiran kita, ucapan kita, karena jika tak ada kesadaran dalam diri kita, pasti kita sedang menggunakan topeng, saya sering mengalami berganti2 topeng,sampai seperti tidak merasa memakai topeng…hanya dengan kesadaran, sering mengingat-Nya…kita bisa menjadi diri kita lagi…
Terimakasih ya Bun, postingannya jadi buat saya pengen komen panjang lebar
soalnya terasa sih Bun…
wasalam…
======================================
wah, bunda senang2 saja kok Mas,
malah dpt masukan yg berharga dgn komen2 yg berisi seperti ini,
terima kasih utk tetap berbagi ya Mas,
hampir semua dr kita memakai topeng ketika
menjelang dewasa hingga kini.
Salam.
Comment by atmakusumah — 13 November 2009 @ 21:28 |
hmmm topeng…wah aku ga suka ama topeng sih bund…aku lbh suka ama topeng monyet…^_^ hehe abis lucu
*nyambung ga siih…:p
tp bund mnurut aku topeng kebaikan yg digunakan itu sebaiknya dipertahankan..yaa sapa tau aja topengnya ntar bisa berubah mnjadi wajah beneran..hehehe ^_^
======================================
topeng selalu kita kenakan sadar atau tidak.
Salam.
Comment by callme eno — 13 November 2009 @ 16:24 |
Perumpamaan topeng menurut saya bagaimana manusia menyesuaikan diri dgn lingkungan sekitarnya.. bisa digunakan utk yg baik atau yg tidak baik.. (saya kok ngawur gini ya koemntarnya
)…

===================================
kita semua pasti pernah mengenakan topeng, Mas.
nggak ngawur kok komengnya……..:)
Salam.
Comment by Blogger Ingusan — 12 November 2009 @ 13:14 |
semakin saya besar semakin saya tau jenis2 topeng manusia bun….
===================================
dan……penah jg kita memakai salah satunya ya Dila………
salam.
Comment by Fadhilatul Muharram — 12 November 2009 @ 12:45 |
bunda, saya pernah baca sebuah cerpen bagus tentang topeng. ceritanya hampir semua orang memakai topeng. yang ga make topeng malah dianggap aneh. sayangnya, saya lupa cerpen itu. padahal bagus bangetz..
========================================
oh, dituliskan dong Mas Bayu di blognya,
supaya bunda bisa ikut baca……….:)
salam.
Comment by bayu200687 — 12 November 2009 @ 08:47 |