Belajar dari nyamuk.

Sore itu nyamuk begitu banyak, lebih banyak dari biasanya. Sejak siang pintu depan memang sering dibuka agar udara segar bisa masuk. Untuk membuat sejuk saya menanam banyak pohon dan menghiasi depan rumah dengan pot gantung.
Mungkin pepohonan yang rimbun dibagian depan rumah menjadikan rumah kami sejuk sehingga jadi tempat yang nyaman bagi nyamuk. Saya memilih tetap sejuk dan banyak pohon walaupun banyak nyamuk daripada gersang tapi nyamuk tetap saja banyak.
Raket nyamuk, belum di-recharge sehingga baterainya lemah dan tidak bisa digunakan. Obat nyamuk gosok habis. Jadi biarlah banyak nyamuk sore ini, nanti jika mau tidur baru disemprot.
Ada hal yang menarik, ketika kami sibuk menepuk nyamuk-nyamuk yang coba-coba menempel ditangan kami. Ketika akan ditepuk dan tangan mulai diarahkan dan rasa gemas atau emosi menyatu untuk segera menepak nyamuk, tiba-tiba nyamuk dengan cepat terbang menyelamatkan diri. Begitu berulang-ulang. Saya jadi tertarik, dan berfikir dalam.
Apakah nyamuk memiliki sensitifitas terhadap emosi saya atau karena ia merasakan gerakan saya yang akan menepuknya ?.
Kemudian saya mencoba cara lain, saya membiarkan lengan saya dihinggapi nyamuk. Saya memasang strategi dengan diam dan tidak ada gerakan sedikitpun, tangan kiri dibiarkan digigit nyamuk dan tangan kanan dipersiapkan untuk menepuk secepat kilat.
Lalu dengan emosi yang meninggi dan perasaan gemas, dendam dan nafsu ingin membunuh nyamuk tersebut, sayapun mulai berniat menyiapkan tangan saya untuk menepuknya secepat mungkin sehingga nyamuk tak bisa mengelak.
Namun hasilnya mencengangkan, ketika emosi dan rasa ingin membunuh memenuhi perasaan, nyamuk sudah keburu terbang, tepukan belum lagi dilayangkan, bahkan tangan yang akan digunakan belum lagi digerakkan. Tak hanya sekali, tapi berkali-kali.
Saya semakin tertarik mengamati tingkah nyamuk-nyamuk itu. Kemudian mencoba strategi baru. Mengambil waktu agak lama saya mencoba menenangkan diri, mengatur emosi layaknya orang bermeditasi.
Tak ada rasa marah, tak ada emosi, apalagi rasa kesal dan dendam untuk membunuh mahluk kecil itu. Wajah terpaksa disenyum-senyumkan agar hati menjadi segar. Perasaan datar saja, tepukanpun tidak mengerahkan tenaga, namun tetap berusaha agar mendapatkan kecepatan yang wajar.
Hanya seperti layaknya menggerakkan tangan kearah lengan. Nyamuk yang menempel ditangan dianggap tidak ada. Dan anehnya, nyamuk diam saja dan rela mati terkena tepukan yang tidak seberapa cepat apalagi kuat. Saya coba beberapa kali, ternyata berlaku sama.
Sayapun mencoba untuk menepuk nyamuk yang menempel di sofa. Bila menepuk dengan emosi nyamuk terbang, menepuk dengan santai nyamuk diam, walaupun sesekali tetap terbang karena gerakan badan saya terlalu berlebihan.
Wajah yang bengis, penuh kebencian, amarah, emosi, dendam dan niat menghancurkan ternyata sangat tidak disukai oleh nyamuk.
Ironis,
Dalam kehidupan nyata, banyak sekali kita menemukan manusia yang menampilkan wajah penuh amarah, bengis, hati emosi dan dipenuhi kebencian, kata-kata kasar dan tidak sopan.
Dikantor banyak Bos memaki anak buah, dirumah banyak pembantu dimaki dan disiksa majikan, dijalan banyak orang saling sumpah serapah karena berkendaran tak mengindahkan aturan, para demonstran memaki pemerintah, dan seterusnya.
Bahkan dalam kehidupan beragama pun tak lepas dari sifat itu, Suni memaki syiah, syiah memaki suni, dan seterusnya. Bahkan ada yang sangat destruktif. Orang-orang berperangai buruk tersebut bukan saja dibenci oleh nyamuk, bahkan manusia lainpun tentu akan membencinya.
Kebencianpun menyebar kemana-mana. Kehidupan Islami yang rukun dan damai jadi tinggal teori.
Saya jadi ingat surah dalam Al-Quran. Dalam kitab suci Alquran, Allah SWT menegur Nabi Muhammad SAW karena Nabi menampilkan muka masam dan berpaling ketika seorang buta datang kepadanya. Bahkan hal tersebut diabadikan menjadi nama Surah, yaitu surah ’Abasa. QS:80. ” Ia Bermuka Masam ”.
Sama pentingnya seperti hal-hal lain yang ditulis didalam Al-Quran seperti mengenai, keimanan, sholat, puasa, zakat. Atau sama pentingnya untuk dikaji seperti halnya Baja/besi yang disebut dalam surah al Hadid, lebah, dan semut, dan lain-lain.
Nyamuk mengajarkan saya dan keluarga, bahwa nyamuk tak suka wajah beringas, dengan hati emosi penuh nafsu membunuh dan hasrat ingin menghancurkan.
Nyamukpun mengantarkan saya pada surah ’Abasa. Jangan bermuka masam! Apalagi berkata kasar, berpenampilan sangar, bengis dan hati penuh dendam dan kebencian, apalagi nafsu ingin menghancurkan. Nauzubillah.
Salam.






RSS - Posts
[...] biasanya makannya Nyamuk atau serangga kecil lainnya. tapi kalau gak ada cicak, obat nyamuk tambah laris [...]
Hap…Hap…Lalu ditangkap… « MENGAJAK UNTUK BERFIKIR…
17 November 2009 at 6:34 am
Bun…sikap seperti ini adalah hasil dari Tafakur…
Saya salut sama Bunda, pantas saja kalau Bunda memiliki kedamaian di hati, karena senantiasa bersyukur…
Rasa syukur kadang bisa diperoleh dari seringnya kita bertafakur…
atmakusumah
11 November 2009 at 12:02 am
sungguh tips yg patut di lakukan,
memang jika kita melakukan pekerjaan dengan rasa emosi dan tidak ikhlas misalnya, maka pekerjaan itu akan terasa berat dan lama selesainya.
namun jika kit alakukan dg penuh ikhlas n senang maka pekerjaan itu akan nikmat dikerjakan.
terima kasih sobat.
slm knl yaa
==============================
salam kenal juga Mas Agung.
terima kasih sudah menyempatkan mampir.
segala yg dilakukan dg hati dan kepala dingin,
insyaallah akan mendapat hasil yg baik.
salam.
agung chandra presetya
10 November 2009 at 1:31 am
Di saat dalam keadaan emosi atau hati tidak tenang dalam mengerjakan sesuatu biasanya memang menghasilkan hal yang tidak baik. Saya sendiri memilih stop memposting dulu kalo lagi jengkel akan sesuatu
===========================================
padahal kejengkelan juga bisa jadi bahan tulisan yg menarik lho Mas.
salam.
Blogger Ingusan
9 November 2009 at 5:54 am
Bunda tanem serai aja di sekitar rumah. Aku pernah baca ada jenis2 tnaman yg dibenci nyamuk, macem serai trus apalgi aku lupa…Aku sendiri jarang banget pake obat nyamuk semprot, oles, atau bakar, dsb. Namanya juga racun/pestisida, bunda. Pasti ada efek sampingnya. Kl menumpuk di tubuh, bahaya. Aku pilih yang alami2 aja, makanya aku lebih suka pake selimut..Hehe.
Betul juga bun, mungkin kalau kita emosi, naik pitam, tekanan darah makin kencang kan? Nah mungkin nyamuk2 bisa ngrasain itu.
================================
tapi, katanya serai juga mengundang ular…….hi…..serem kan.
semuanya dijalani dgn tenang tapi pasti.
Salam.
akhlis
9 November 2009 at 5:49 am
saya punya sudut pandang sedikit berbeda nih bunda.
bertindak dengan ketenangan dan berfikir jernih akan membuahkan hasil yang lebih optimal..
Octa
8 November 2009 at 2:52 pm
Betul kata Mbaq Sunflo, kata nyamuk killing Me Softly, please…
Jika dimaknai ketika kita bernafsu maka dijamin setiap keinginan itu tidak akan tercapai, sebaliknya ketika nafsu itu terkendali, apalagi dengan muka manis maka insha Alloh segala yang dikehendaki akan tercapai…
=============================================
Setuju sekali Kang Cas.
itulah pelajaran yg didpt dr seekor nyamuk.
Salam.
casrudi
8 November 2009 at 9:51 am
Saya memilih sejuk tapi gak ada nyamuk….
Heheheh…..Teknik Rahasia Hacking Facebook
=====================================
bunda juga mau, ideal banget ya.
salam.
Pembuat Theme WordPress
8 November 2009 at 4:12 am
mari tersenyum
mari berhati ikhlas
mari berbicara lemah lembut
=============================
seperti yg diajarkan Junjungan kita Rasulullah.
salam.
ningrum
8 November 2009 at 12:21 am
kalo nggak ada nyamuk nggak ada lowongan pekerjaan di pabrik kasa nyamuk dan obat nyamuk
====================================
tetap saja ada sisi positifnya ya Mbak.
Salam.
ruanghatiberbagi
7 November 2009 at 8:57 pm
selamat akhir pekan semua
ruanghatiberbagi
7 November 2009 at 8:58 pm
sebuah pembelajaran yang luar biasa. kalo nyamuk yang kecil aja bisa seperti itu, kenapa kita nggak!!
===================================
sekarang ini manusia seringnya sedikit2 emosi ya Mas Zul.
salam.
zulhaq
7 November 2009 at 3:34 pm
wAH HARUS BANYAK SENYUM. SENYUM IKHLAS.
==================================
alamendah
7 November 2009 at 12:46 pm
Itulah sekarang yang sedang dipagelarkan di bumi tecinta, manusia2 ada sedang dendam ingin menghancurkan satu sama lain.Uang,jabatan,wanita menjadi pemicunya. Aib digelar dimana-mana.
Saya kandang mengelus dada, kok begini ya tingkah laku orang2 kaya dan katanya terpandang itu.
Salam hangat dari Surabaya
======================================
mungkin mereka kurang membaca isyarat2 yg diberikanNYA ya PakDhe.
Salam.
Pakde Cholik
7 November 2009 at 10:51 am
Bener bun, kita harus banyak belajar dari sekeliling kita, termasuk nyamuk, karena tidaklah Alloh ciptakan dunia ini dengan segala isinya dengan sia-sia.
=====================================
setuju 100% dgn Pak Guru.
ilmu Allah ada dimana2 ya Pak Guru.
Salam.
Wandi thok
7 November 2009 at 9:43 am
Belajar dari nyamuk
Ehm, yg pasti memang benar
Bahwa tak perlu membiarkan nafsu amarah menyelimuti hati, jiwa dan raga kita
Lama tak bersua
dikunjungi sahabat lama.
Saya baru jd blogger lg
==========================================
wah, senangnya…..:D
kemana saja Mas…………..???
welcome back and keep blogging.
selalu sehat ya Mas.
Salam.
achoey
7 November 2009 at 6:45 am
hehehehe.. jadi kangen sama bundo..
================================
he…he…sangkain dah lupa ……:(
salam.
KangBoed
7 November 2009 at 5:55 am
Semoga Bundo sekeluarga selalu dalan lindungan dan berkah Gusti ALLAH..

salam sayang selalu buat bundo yang baik
================================
Amin, alhamdulillah.
terima kasih utk doanya KangBoed chayank…………..:D
salam.
KangBoed
7 November 2009 at 5:57 am
RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk
MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
I Love U fuuulllllllllllllllllll
=============================================
I Love You Fullllllllllllllllllllllll…………..juga KangBoed………………
salam.
KangBoed
7 November 2009 at 5:52 am
Tiada sedikitpun yang tiada manfaatnya.. semua bagian dari perjalanan hidup.. bagi yang mau berfikir dan mengambil hikmah dari perjalanan
=======================================
Allah swt tdk menciptakan segala sesuatu dgn sia2 ya KangBoed.
Salam.
KangBoed
7 November 2009 at 5:54 am
oops salah, ralat:

nyamuk said, “killing me softly, plzzzzz bund…. :’(”
===================================
tapi………………….nggak pake ‘’song”…………….:D
salam.
sunflo
7 November 2009 at 5:51 am
wkwkwkkk…ngebayangin wajah bunda dengan senyum setengah dipaksain ke nyamuk he..he.., bunuh nyamuk pun harus dg seni n perasaan ya bund, kata si nyamuk, “killing softly,plzzzzz…. =( ”

======================================
senyum kepaksa banget Mbak,
campur gemes gitu………………:)
Salam.
sunflo
7 November 2009 at 5:51 am
wah saya ndak suka nyamuk he he he nakal
=================================
yg suka nyamuk cuma cicak, utk makanannya, Mas.
Salam.
haris ahmad
7 November 2009 at 5:47 am
Jangan Bermuka Masam …
Smile always
Smile from the bottom of your heart …
Ini bener banget Bunda …
Ini juga salah satu syarat utama ketika kita berdiri di depan kelas … memfasilitasi sebuah training
Salam saya
==========================================
senyum memang ampuh utk kegiatan apapun ya Mas Enha.
Salam.
nh18
7 November 2009 at 5:32 am
setubuh… setuju maksudnya
tapi belum baca rek…
catatan febri
7 November 2009 at 5:39 am
klo kita kasar dan bermuka masam berarti kalah sama nyamuk ya bun
================================
he….he…..kira2 gitu ya Bundoku sayang.
Salam.
nakjaDimande
7 November 2009 at 5:12 am
jadi ingat teman saya si pembasmi nyamuk. tangannya gak pernah diam tepuk sana tepuk sini.
=================================
daan……………..pastinya banyak nggak berhasilnya ya……….
Salam.
Si Kurus
7 November 2009 at 3:46 am
wah, Bundo..pagi ini sama-sama menulis tentang nyamuk Bundo. saya juga….
: D
=================================
bener Mas Badruz,
tadi bunda kesana, eh lagi bahas ttg nyamuk,
kayaknya kita sama2 lagi ” feeling so good” ke si nyamuk …..he…….he……..
salam.
badruz zaman
7 November 2009 at 3:42 am
bila mau didekitin nyamuk munm bir aja nanti nyamuk pada datang dah, tapi jangan lah. kan haram. apalagi nyamuk pada datang
================================
anggap saja kita lagi sodaqohkan darah kita sedikit utk mereka ya Mas.
Salam.
kawanlama95
7 November 2009 at 3:38 am
pertamaaaaaaaaaaaaaaaxx
KangBoed
7 November 2009 at 5:50 am