Bundadontworry's Blog

kedamaian hati ada dalam rasa syukur.

Balada Polisi tidur.

with 28 comments

Anda tentu tahu benda yang satu ini. Melintang begitu saja di tengah jalan, menghambat siapa pun yang ingin lewat. Pengendara motor yang paling ugal-ugalan sekalipun akan terpaksa mengurangi kecepatan, dan secara hati-hati melewatinya.

Seperti inlander melewati pos jaga kompeni. Benda ini biasa berada di tengah-tengah kompleks perumahan, jalan-jalan alternatif, jalan-jalan tikus, dan jalan-jalan yang menghubungkan antar gang.

Pengendara yang kurang terampil akan terpaksa menggoreskan bagian bawah kendaraannya ke benda ini.

Keberadaan polisi tidur seolah sudah menjadi satu paket dengan pembangunan kompleks perumahan. Jika di perumahan yang rada elit benda ini mungkin dibuat dengan design, ukuran dan ketelitian yang penuh perhitungan, maka di gang-gang serta sela-sela rumah, polisi tidur dibuat bi ghoiri ilm, alias tanpa ilmu.

Bahkan jarak antar polisi tidur yang satu dengan polisi tidur berikutnya tidak menjadi pertimbangan. Terkadang, hanya berjarak beberapa meter saja sudah muncul polisi tidur berikutnya. Seolah-olah warga di sekitar tempat itu akan merasa malu jika jumlah polisi tidur mereka hanya sedikit.

Bahkan, di jalan tol ada polisi tidur. Bukan hanya sebelum loket pengambilan tiket atau loket pembayaran, melainkan di jalan tolnya sendiri. Tak percaya ?

Silakan melaju dari jalan tol BSD–Bintaro ke arah Jalan TB Simatupang atau Jalan Tol Jagorawi. Di tikungan tajam-layang sekitar Ulujami polisi tidur siap memperlambat laju kendaraan Anda.

Polisi tidur dibuat dengan maksud yang jelas. Memastikan tak ada pengendara yang kurang sehat mentalnya melintas dengan kecepatan gila-gilaan.

Kecepatan tinggi mengandung risiko yang tidak main-main, mencelakakan anak kecil yang sering melintas tanpa tengok kiri kanan, atau menabrak tukang bakso yang sedang parkir di pinggir jalan.

Jadi, dipandang dari niatnya, tentu mulia adanya, yaitu menyelamatkan jiwa orang lain.

Namun polisi tidur tidak pernah pilih-pilih pengendara. Pengendara yang kurang bertanggung jawab dengan pengendara baik-baik yang selalu membawa kendaraannya dengan penuh kewaspadaan, diperlakukannya sama.

Benda ini tidak pernah bangun ketika, misalnya, ada pengendara sopan yang hendak melintas.

Begitulah. Karena ulah segelintir orang terpaksa mengorbankan orang lainnya yang lebih banyak. Di negeri yang mayoritas muslim ini, berkendaraan di kampung sendiri pun tidak bisa nyaman.

Tapi, yang biasa ngebut mungkin orang kampung luar, mungkin juga orang kampung sendiri.

Tanpa polisi tidur, kita merasa kurang aman. Namun dengan polisi tidur, kita merasa tidak nyaman.

Bicara soal polisi tidur adalah bicara soal penghalang jalan. Bicara penghalang jalan, saya jadi teringat hadits Rasul SAW tentang menyingkirkan duri dari jalan.

Nabi Muhammad bersabda :  keimanan seseorang harus terus dibuktikan dan salah satu buktinya adalah menyingkirkan duri dari jalanan. Duri adalah material yang akan mengganggu pengguna jalan. Duri adalah sejenis penghalang jalan.

Duri tak pernah pandang bulu, bisa menusuk dan menyakiti siapa pun yang menginjaknya. Pengguna jalan bisa siapa pun, terlepas dari jenis kelamin, agama, atau kepentingan politiknya.

Duri yang dibiarkan akan menghalangi aktivitas publik, karena itu Islam yang memiliki spirit ” menyebarkan keselamatan bagi siapa pun ” menegaskan, menyingkirkan hal-hal yang mengganggu aktivitas ruang publik merupakan bukti keimanan.

Duri bisa juga berarti polisi tidur, karena sama-sama menghalangi. Masalahnya sekarang, menyingkirkan polisi tidur mengandung risiko yang bisa menyeramkan juga, yaitu terjadinya kecelakaan ulah pengendara yang melintas terlalu cepat.

Kalau peringatan sudah tidak bisa disampaikan secara baik-baik, ini pertanda buruk bahwa terjadi penurunan peradaban kita sebagai manusia. Semangat saling mempercayai antarmanusia sudah luntur, seperti baju dengan merk palsu yang kita beli di kaki lima.

Terlihat seperti manusia, namun pada hakikatnya adalah predator, dalam skala kecil-kecilan. Homo homini lupus kata orang latin, manusia adalah serigala bagi manusia lainnya. Orang lain adalah ancaman.

Saya membayangkan jalan-jalan di kompleks  saya bersih dari polisi tidur, bahkan dari polisi betulan. Orang-orang berkendara dengan sopan, saling menghargai jiwa orang lain sebagaimana mereka menghargai jiwa mereka sendiri.

Anak-anak dan orang tua bisa berjalan dengan tenang tanpa takut terserempet.  Polisi tidak lagi diperlukan karena semua orang sudah tidak perlu lagi ditakut-takuti dengan peluit, tilang, denda dan kurungan.

Juga tak ada pak Ogah yang bekerja lebih giat dari Pak Polisi di mulut-mulut gang, karena para pak Ogah itu sudah bekerja di perusahaan betulan, atau sudah membuka usaha sendiri walau kecil-kecilan.

Usaha sungguhan, bukan usaha jadi-jadian menjadi relawan di perempatan jalan.

Bagaimana menurut anda , sahabat ? balada tentang polisi tidur ini ?

Salam.

Gambar : Multiply. Com

Written by bundadontworry

3 November 2009 at 11:21 am

Posted in kehidupan

Tagged with ,

28 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. salam pagii bundaaa
    selamat pagii bundaaaaaaaaaaa^^
    tapi kalau gak ada polisi tiduur kan bahaya bundaaa
    yg nek motor bisa brum brum brum se enaknya
    kasiian kalau ada anak2 kecil dikomplek
    yg lg bermain^^

    duri dijalannya disingkirkan iaa bundaa^^…
    ini bri suka bri suka ini

    __bri kangen bundaaaa__
    =============================================
    betul Bri, supaya nggak pd ngebut,
    tp kalau bikinnya seenaknya setiap 2 meter, kan ngeselin juga ya.
    Bri selalu sehat ya,
    jangan suka ngebut.
    bunda jg kangen sama Bri,
    Salam.

    bri

    13 November 2009 at 1:31 am

  2. Nah ini dia….katanya tidur saja menjadi masalah
    Bagaimana kalau dia bangun Bun ? :)
    ==============================
    langsung priiiiiiiiiiiit….minta duit ya Yep?
    salam.

    Yep

    12 November 2009 at 6:01 am

  3. Alhamdulillah di tempatku tak ada Bun :D
    ===============================
    wah, enaknya…..jadi nggak pernah ngerasain anjrut2an ya…..
    Salam.

    Hariez

    6 November 2009 at 5:30 pm

  4. bener-bener.. polisi tidur memang merepotkan… kita tunggu semoga pak Kapolri benar-benar melakukan reformasi di tubuh Polisi, termasuk polisi tidur… hehehe… salam tidur…

    sedj
    ================================
    namun ada yg bilang, inilah polisi yg nggak pernah minta uang.
    Salam.

    sedjatee

    5 November 2009 at 11:54 pm

  5. ternyata selain jago menulis, bunda juga jago menjepret ya.
    ==============================
    itu foto2nya ngambil dr yahoo kok ,Mas Dyka.
    salam.

    D3pd

    5 November 2009 at 9:22 am

  6. Inilah sosok polisi yang paling sabar di Indonesia

    ruanghatiberbagi

    4 November 2009 at 11:07 pm

  7. tentang menyingkirkan duri dari jalan itu Bunda….jadi inget para penebar paku di jalan itu…..bukannya menyingkirkan duri, malah menaburkan duri..ck ck ck
    ====================================
    itulah contoh manusia yg hanya ingin
    mendapatkan sesuatu secara tdk benar.
    Salam.

    Desri Susilawani

    4 November 2009 at 1:29 pm

  8. Salam Takzim
    Saya setuju dengan pembuatan polisi tidur bunda, apalagi disekitar mendekati pintu keluar SD, yang sering dilewati oleh anak-anak yang belum paham bahaya dalam menyebrang.
    Dahulu sebelum dipasang polisi tidur dekat sdn 07 srengseng sawah, seorang anak sd meninggal seketika saat menyebrang padahal sudah hati-hati dan dia tahu cara menyebrang, tetapi kecepatan pengendara motor telah mengembalikan dia ke SURGA.
    Terima kasih Bunda ini juga menjadikan referensi bagi saya
    =======================================
    ada sisi positif dr hal tsb ya Mas Zipoer.
    Salam.
    Salam Takzim Batavusqu

    zipoer7

    4 November 2009 at 7:04 am

    • Salam Takzim
      Polisi yang satu ini nggak pernah minta uang bunda, bekerja siang malam menjaga yang suka ugal-ugalan dalam berkendara
      Salam Takzim Batavusqu
      =====================================
      jadi, masih tetap ada positif nya ya Mas Zipoer.
      Salam.

      zipoer7

      5 November 2009 at 7:29 am

  9. Polisi tidur itu justru polisi yang sangat disiplin …
    tak pernah absen …
    tak pernah alpa …

    konsisten memperlambat laju mobil yang kencang …
    siang malam …
    24 jam !!!
    ================================
    juga polisi yg nggak pernah minta uang ya Mas..:) :)
    Salam.

    nh18

    4 November 2009 at 3:54 am

  10. Begitulah. Karena ulah segelintir orang terpaksa mengorbankan orang lainnya yang lebih banyak. Di negeri yang mayoritas muslim ini, berkendaraan di kampung sendiri pun tidak bisa nyaman.
    ====================================abifasya

    Ya… memang begitu adanya, dan itulah keadailannya. Saat Allah memberikan teguran kepada orang-orang yang durhaka kepada-Nya, orang yang beriman pun ikut terkena imbasnya.
    Wallahu ‘Alam

    Salam hangat dari kota hujan

    abifasya

    4 November 2009 at 1:31 am

  11. Bila ada rasa saling menghargai antar pengguna jalan dan lingkungan sekitar, rasanya tak perlu ada polisi tidur yang dibuat tanpa ilmu itu ya bun.. :)
    =======================================
    jadi dibutuhkan kerja sama yg baik ya Bundoku.
    Salam.

    nakjaDimande

    4 November 2009 at 12:57 am

  12. di beberapa kawasan perkotaan pembuatan polisi tidur benar2 diperhitungkan baik secara teknis maupun safety-nya. apalagi untuk akses jalan yg dipergunakan untuk pengiriman barang2 yang sensitif terhadap tekanan kendaraan yg mendadak.
    polisi tidur di kampung2, dibuat secara asal-asalan, bahkan tidak sedikit yg menimbulkan kecelakaan. berkembangnya polisi tidur ini tidak terlepas membengkaknya jumlah kendaraan roda 2 khususnya, di mana para pengendaranya yg sok jagoan main kebut2an di jalan2 kampung…
    saya nggak tahu persis apakah pembuatan polisi tidur ini sdh diatur di dalam UU Lalu Lintas..
    ===========================================
    seperti di kompleks perumahan saya Gus,
    benar capek deh…..
    salam.

    guskar

    4 November 2009 at 12:38 am

  13. wah…di kompleks saya ada yang lebih gila lagi…polisi tidur dengan tinggi 15cm, berjumlah dua buah yang hanya berjarak 20 cm diantaranya.

    Jadi tiap lewat kita anjurt-ajurtan. :D
    ===================================
    duh, kasihan kalau yg lagi hamil,
    bisa2 ngelahirin di jalan ya.
    salam.

    bukan facebook

    4 November 2009 at 12:33 am

  14. Bagi yang kenal medan jalan, baik yang berlubang atau ber-polisi tidur, biasanya akan berhati2. Tapi bagi yang tidak kenal, akan menjadi petaka. Putra dari seseorang yang saya kenal meninggal akibat kecelakaan, dia terlempar cukup jauh setelah kendaraan yang dinaikinya melewati gundukan polisi tidur di suatu kompleks perumahan. waktu kejadian adalah malam hari dan sepertinya dia juga ngebut saat itu….
    Mmmm…ngebut, gelap dan polisi tidur… kombinasi yang buruk….
    ======================================
    seharusnya ada pelajaran dan hikmah yg diambil
    dr kejadian tsb ya Kakaakin.
    Salam.

    Kakaakin

    3 November 2009 at 11:47 pm

  15. paling mangkel ama polisi tidur ini, apalagi kalo yang konstruksinya tidak nyaman buat kendaraan cepat rusak……
    sebetulnya bila kesadaran menjaga keselamatan diri dan orang lain sudah bagus, nggak perlu yang beginian dah, masalahnya kadang ada orang yang ngebut di kampung dan membahayakan pengguna jalan lainnya
    =======================================
    sampai sekarang solusinya ya, baru si polisi tidur itu,
    salam.

    ruanghatiberbagi

    3 November 2009 at 10:43 pm

  16. Ternyata benda mati lebih ditakuti manusia daripada benda hidup (polisi sungguhan) :D :D :D
    =====================================
    padahal kalau yg ini, nggak suka ngemprit dan nggak juga minta uang.
    salam.

    adirossi

    3 November 2009 at 4:43 pm

  17. Sepanjang masih nyaman dilewati pelan dan jarakny anggak dekat-dekat sebenarnya polisi tidur sangat bermanfaat.

    Tapi kalau dibikin dengan tanpa dasar ilmu tadi, wuihhh cpaek banget, soalnya tidak hanya harus pelan bahkan harus kecept nyaris nol karena polisi tidur bentuknya kotak melintang bukannya sepertiga lgkaran yg mulus.
    ====================================
    inginnya sih memberi pelajaran utk yg suka ngebut,
    namun akhirnya yg dirugikan, orang2 yg baik2 ya Masnur.
    Salam.

    masnur

    3 November 2009 at 3:42 pm

  18. Ok bunda makasih ya kalo mau add blog saya ke bloggrol bunda! :)
    =================================
    sama2, terima kasih juga.
    Salam.

  19. bunda belum lama ini ada tetangga saya yang seharusnya bisa tertolong jika saja ada polisi tidur tapi ternyata tidak. Saya bingung, orang-orang saat ini sepertinya tidak afdol jika tidak ngebut, apalagi pengendara sepeda motor..wuih ngeri.
    ====================================
    jadi, positif juga ya bikin polisi
    tidur, agar orang2 yg nggak betah kalau nggak ngebut, jangan ngebut2 an lagi.
    Salam.

    tukangpoto

    3 November 2009 at 2:59 pm

  20. polisi tidur yang nampak dalam gambar2 di atas sepertinya berkelas ya…
    beda dengan polisi tidur di tempat saya tinggal… bahkan ada polisi tidur yang sangat membahayakan pengguna jalan, khususnya bagi pengguna jalan yang belum mengenal medan…
    sepertinya harus dievaluasi beberapa polisi tidur dengan bersandar pada tujuan (yang baiknya) dari dibuatnya polisi tidur tersebut…
    polisi tidur (mungkin juga) bisa mencerminkan kualitas budaya sepertinya, ya..
    atau ada alternatif pengganti polisi tidur..
    apa yang bunda harapkan sepertinya merupakan impian/cita2 bagi saya, namun saya blm tahu dari mana memulainya untuk menggapainya…mungkin baru sebatas mampu berusaha agar menjadi manusia yang benar2 manusia …
    =========================================
    memang sebaiknya kita mulai dr diri sendiri dulu ya Mas.
    Salam.

    Abula

    3 November 2009 at 2:34 pm

  21. masyaAllah…bunda rajin sekali posting yaak?? siiiiiipp…
    ngomong2 soal polisi tidur, weleh…sy pernah potong jln di perkampungan, banyak banget polisi tidurnya…gak nyaman seh, palagi kalo bawa rantang isi sayur trus naek motor…weleh…**
    ====================================
    sayurnya titipin bunda dulu tuh harusnya ………….:) :)
    Salam.

    sunflo

    3 November 2009 at 2:27 pm

  22. Soal polisi tidur ini memang serba salah. Dulu di kampung saya usul pembuatan polisi tidur tidak disetujui dengan alasan kalau jalan berlubang saja ditambal atau diratakan kok jalan yang yang sudah rata malah dibikin gundukan. Tapi sekarang, mengingat keselamatan orang banyak karena ulah segelintir orang maka dibuatlah beberapa polisi tidur. Bahkan ada beberapa ruas jalan kampung yang bolong dan pecah sengaja dibiarkan, tidak diperbaiki. Akhirnya, kepentingan orang banyak juga yang harus dikorbankan.

    Salam,
    =======================================
    kebingungan bagaimana caranya utk menertibkan
    beberapa orang yg egois,
    akhirnya banyak orang lain dirugikan.
    salam.
    HALAMAN PUTIH

    Halaman Putih

    3 November 2009 at 1:46 pm

  23. Kasihan tukang bakso kalau polisi tidur terlalu dekat jaraknya, :lol:

    di desa saya juga demikian Bunda. banyak polisi tidur terutama di gang desa, uih banyak abis. tujuannya rata-rata untuk melindungi anak kecil dari kendaraan biar tidak ngebut.
    belakangan polisi tidur banyak di keluhkan para tukang betor (besak motor) yang kadang sulit untuk tancap gas karena pakai diesel yang jelek.
    Polisi tidur din tempat saya malah nggak pernah mandi Bunda, alis jelek banget, kadang malah mengganggu pemandangan jalan. cor semen di buat polisi tidur di atas aspal yang bagus, wah kalau di lihat dari kejauhan sangat tidak indah.
    salam
    ========================================
    jadi, nasib jalan dikompleks kita sama ya Mas Badruz.
    salam.

    Badruz

    3 November 2009 at 12:54 pm

  24. hello bunda saya boleh juga gak nih ikutan tukeran link :) link bunda juga sudah saya pasang di blog saya bunda, anchor blog saya : Download pc media antivirus

    Tolong ya bunda di link balik…. salam sukses ya! :)
    ================================
    silakan, nanti linknya akan saya add.
    salam.

  25. (maaf) izin mengamankan KETIGA dulu. Boleh kan?!
    Ketika setiap orang mampu menghargai pengguna jalan yang lain dan juga dirinya sendiri seperti polisi tidur tidak akan pernah dibutuhkan.
    Namun jika tidak, biarlah tetap ada. Jangan dianggap sebagai duri namun biarlah ia sebagai hukum yang tidak bisa dilanggar
    ========================================
    duh, bijaknya Mas Alam ini………….:) :) :)
    Salam..

    alamendah

    3 November 2009 at 12:44 pm

  26. salam super,,,
    wah, saya malah baru kepikiran kalau polisi tidur di asosiasikan dengan hal hal tersebut diatas.. memang benar , menyingkirkan duri di jalan adalah salah satu cabang iman..
    =======================================
    karena kesal dgn terlalu banyaknya polisi tidur
    yg malah membuat jelek jalanan yg baru dibeton,
    maka terpikir utk menulis ini, Mas.
    Salam.

    andry sianipar

    3 November 2009 at 12:22 pm

  27. thanks bunda atas infonya……… bunda boleh minta tukeran linkkan? :) link bunda sudah saya pasang di blog saya….. link balik ya bunda…….. please ancornya: blog dofollow indonesia

    Salam blogger indonesia
    =================================
    terima kasih, semoga bermanfaat.
    linknya sudah saya add diblogroll sahabat.
    Salam.

    Blog Dofollow Indonesia

    3 November 2009 at 11:47 am


Leave a Reply