Sebenarnya kita biasa memperhatikan fenomena2 alam yg ada disekitar kita, dengannya kita dapat melihat banyak bukti seputar fenomena seputar Hari Kebangkitan.
Maka, itu merupakan dalil yg meyakinkan diantara dalil2 terjadinya Hari Kebangkitan, sebab, dalil yg paling kuat atas terjadinya sesuatu adalah telah terjadinya sesuatu itu.
Ketika kita menyaksikan dgn mata kepala kita sendiri ttg terjadinya suatu kehidupan pd benda2 mati, maka tidak diragukan lagi fenomena yg mengangumkan ini akan mendorong kita utk merenungkan dan mengantarkan kita pada keimanan akan Hari Kebangkitan kelak di hari kiamat.
Pada musim dingin, kita menyaksikan daun2 pohon dan dahannya berguguran dikebun2 sehingga yg tersisa hanyalah batang pohonnya yg sudah mati, seakan-akan kita memasuki pekuburan pohon. Segala sesuatu menampakkan kematian.
Akan tetapi, ketika musim semi tiba, segala sesuatunya kembali berubah. Sedikit demi sedikit kehidupan kembali memancar pd pohon2, lalu bungapun kembali mekar, pohon yg sebelumnya telah mati, hidup kembali. Dengan kata lain, alam yg sebelumnya mati kembali dipenuhi dengan kehidupan.
Kita menyaksikan fenomena ini secara berulang kali, akan tetapi sayangnya, kita jarang sekali memperhatikan hikmah di balik semua fenomena itu.
Jadi, mengapa kita membatasi fenomena ini hanya pd tumbuh2an saja ? mengapa kita menolak kehidupan kembali ini terjadi juga pada manusia ?
Pohon2 yg sudah mati itu mampu menjaga sel-sel kehidupannya selama ribuan tahun, kemudian jika ia mendapatkan kondisi yg membantunya, ia akan membuka kembali kehidupan yg baru.
Demikian juga generasi2 umat manusia setelah kematiannya dan peleburan dgn tanah memungkinkannya membuka kembali lembaran baru kehidupannya ketika tiba pada hari kiamat. Pada saat itu, terdapat kondisi yg membantu manusia utk membuka kehidupannya kembali.
Sesungguhnya fenomena kehidupan di akhirat adalah suatu hakikat yg masih tetap samar esensinya, ia akan tetap tersembunyi bagi manusia. Akan tetapi, yg pasti ia adalah suatu hakikat yg sangat mungkin terjadinya.
” Dan DIA lah yg menciptakan manusia dari permulaan, kemudian mengembalikan ( menghidupkan) nya kembali, dan menghidupkannya kembali itu adalah mudah bagi NYA “. ( QS : Ar-Rum (30) : 27 ).
Salam.






Saya juga mau ikutan merenung
Salam Brrrrr
************************************
mari…………merenung dimulai, graak !!.
salam.
Salam Bun,
hehehe
berfilosofi juga ya?…
Siratan dari alam kalau keterpurukan, jatuh, ketidakberdayaan, adalah hal yg lumrah.
Selalu ada waktu untuk bisa bangkit… ya kan Bun?
karena ada saatnya akan datang juga musim yg membawa kembali kehidupan yg lebih menyeruakkan kebahagiaan, ha…ha…sok bergaya filsuf ya ?, salam.
Terima kasih, benar, kehidupan di akhirat itu memang samar, tapi itu akan benar terjadi, semoga dengan tulisan itu banyak orang yang sadar, dan akan memikirkan dirinya demi kebaikan hidupnya di akhirat nanti!
yuph, i agree with you,
alhamdulillah,semoga ada manfaatnya,dan terima kasih sudah mampir , salam.